Transport layer Protocol dalam Jaringan Komputer

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan tentang fungsi dari 2 protokol penting pada Transport layer, yaitu: User Datagram Protocol (UDP) dan Transmission Control Protocol (TCP).

Baca Juga: Sekilas Materi Tentang Jaringan Komputer

Sekilas Tentang Transport Layer

Transport Layer
Transport Layer

Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya. Layanan yang dimaksud antara lain:

  • Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.
  • Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk menyusunnya kembali.
  • Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak sampai ke tujuan.
  • Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.
  • Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.

Baca Juga: Model Referensi OSI Tujuh Layer pada Jaringan Komputer

Port dan Socket pada Transport layer

Port digunakan untuk melakukan proses komunikasi dengan proses lain pada jaringan
TCP/IP. Port menggunakan nomer 16 bit, digunakan untuk komunikasi host-to-host. Tipe port ada 2 macam yaitu :

  1. Well-known : port yang sudah dimiliki oleh server. Contoh : telnet menggunakan port 23. Well-known port memiliki range dari 1 hingga 1023. Port Well-known diatur oleh Internet Assigned Number Authority (IANA) dan dapat digunakan oleh proses sistem dengan user tertentu yang mendapatkan akses.
  2. Ephemeral : client tidak menggunakan port well-known karena untuk berkomunikasi dengan server, mereka sudah melakukan perjanjian terlebih dahulu untuk menggunakan port mana. Ephemeral port memiliki range dari 1023 hingga 65535.

Untuk 1 nomer port tidak bisa digunakan oleh 2 aplikasi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

Interface socket merupakan bagian dari Application Programming Interface (API) yang digunakan untuk protokol komunikasi. Terminologi yang digunakan :

  • Socket merupakan tipe spesial dari file handle, dimana digunakan oleh sistem operasi untuk mengakses jaringan.
  • Alamat soket adalah : <protocol, local address, local process> contoh : <tcp,193.44.234.3, 12345>
  • Pembicaraan (conversation) : link komunikasi antar 2 proses
  • Asosiasi (Association) : kejadian komunikasi antar 2 proses <protocol, local-address,local-process, foreign-address, foreign-process>
    • Contoh : <tcp, 193.44.234.4, 1500, 193.44.234.5, 21>
  • Setengah Asosiasi (half-association) : < protocol, local-address, local-process> atau <protocol, foreign-address, foreign-process>
  • Half-association disebut juga transport address.

User Datagram Protocol (UDP)

Protokol Transport layer jenis UDP merupakan standar protokol dengan STD nomer 6. Spesifikasi UDP dapat dilihat pada RFC 768 – User Datagram Protocol.

UDP pada dasarnya adalah interface untuk aplikasi IP. Dimana UDP tidak memiliki fungsi reliabilitas data, flow control, dan error-recovery untuk komunikasi IP. UDP memiliki proses seperti multiplexing/demultiplexing untuk mengirimkan datagram, dari port menuju IP datagram. Karena itu UDP juga disebut sebagai connectionless-oriented protocol.

Proses Demultiplexing berbasis port pada UDP
Proses Demultiplexing berbasis port pada UDP

Format Datagram UDP

UDP datagram memiliki 16 byte seperti pada Gambar berikut ini.

Format Datagram UDP
Format Datagram UDP

Keterangan:

  • Source Port : port yang digunakan untuk mengirimkan data.
  • Destination Port : port yang digunakan untuk tujuan data.
  • Length : panjang data paket keseluruhan
  • Checksum : 16 bit komplemen-1 dari pseudo-ip-header yang merupakan error check dari paket data
Pseudo IP Header – UDP
Pseudo IP Header – UDP

Aplikasi yang menggunakan UDP

Aplikasi yang menggunkan protokol UDP antara lain :

  • Trivial File Transfer Protocol (TFTP)
  • Domain Name System (DNS) name server
  • Remote Procedure Call (RPC) pada Network File System (NFS)
  • Simple Network Management Protocol (SNMP)
  • Lighweight Directory Access Protocol (LDAP)

Transmission Control Protocol (TCP)

Protokol Transport layer jenis TCP merupakan standar protokol dengan STD nomer 7. Spesifikasi TCP dapat dilihat pada RFC 793 – Transmission Control Protocol.

TCP memberikan fasilitas untuk aplikasi dibandingkan UDP, karena TCP memberikan error recovery, flow control, dan reliabilitas. TCP biasa disebut juga sebagai protokol berbasis connection-oriented.

2 Proses komunikasi menggunakan koneksi TCP disebut InterProcess Communication (IPC). IPC diilustrasikan seperti pada Gambar berikut ini.

InterProcess Communication (IPC)
InterProcess Communication (IPC)

Format Segmen TCP

Format TCP dapat dilihat pada Gambar berikut ini.

Format Transmission Control Protocol (TCP)
Format Transmission Control Protocol (TCP)

Keterangan:

  • Source Port : 16 bit nomer port. Digunakan untuk menerima reply
  • Destination port : 16 bit nomer port tujuan
  • Sequence Number : nomwer awal data pada segmen
  • Acknowledge number : apabila ACK diset maka ini menjadi nomer urut data yang akan diterima
  • Data offset : nomer dimana bagian data mulai
  • Reserved : untuk kegunaan masa depan, diset 0
  • URG : mengaktifkan titik yang darurat pada suatu segmen
  • ACK : kolom acknowledge
  • PSH : fungsi push
  • RST : mereset suatu koneksi
  • SYN : untuk mensinkronisasi nomer urutan
  • FIN : batas akhir data
  • Window : nomer window untuk proses windowing
  • Checksum : nomer yang digunakan untuk mengecek validitas pengirim dan penerima
  • Urgent Pointer : menunjuk pada titik yang darurat pada suatu segmen
  • Options : digunakna untuk pilihan lain pada datagram
  • Padding : digunakan untuk membulatkan data pada bagian options

Interface Pemrograman pada aplikasi TCP

Fungsi yang digunakan pada komunikasi TCP antara lain :

  • Open : membuka koneksi dengan memasukkan beberapa parameter antara lain :
    • Actif / Pasif
    • Informasi soket tujuan
    • Nomer port lokal
    • Nilai timeout
  • Send : mengirimkan buffer data ke tujuan
  • Receive : Menerima dan mengcopy data kepada buffer milik pengguna
  • Close : menutup koneksi
  • Status : melihat informasi
  • Abort : membatalkan semua kegiatan send atau receive

Aplikasi yang menggunakan TCP

Hampir keseluruhan aplikasi jaringan menggunakan TCP, standar aplikasi yang
menggunakan TCP antara lain :

  • Telnet
  • File Transfer Protocol (FTP)
  • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • Hyper-Text Transfer Protocol (HTTP)

Baca Juga: Materi Instalasi Server dalam Jaringan Komputer

Referensi

Sukaridhoto S. 2014. Buku Jaringan Komputer I. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
Wikipedia. 2013. Lapisan transpor. https://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_transpor

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!