Model Referensi OSI Tujuh Layer pada Jaringan Komputer

Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari sebuah software aplikasi pada sebuah komputer berpindah melewati suatu media jaringan menuju sebuah software aplikasi pada komputer lain.

Layer pada Model Referensi OSI

Dalam paragraf ini, akan membahas fungsi dan contoh model Referensi OSI yang terdiri dari tujuh layer. Pertama, bagian atas dari layer (layer 7,6,dan 5) ini difokuskan untuk membentuk pelayanan dari suatu aplikasi. Sedangkan untuk layer bagian bawahnya (layer 4, 3, 2 dan 1) berorientasikan mengenai aliran data dari ujung satu ke ujung yang lainnya.

Layer Ke-Nama LayerFungsiContoh
7Application LayerAplikasi yang saling berkomunikasi antar komputer.
Dengan kata lain, Aplikasi layer mengacu pada
pelayanan komunikasi pada suatu aplikasi.
Te l n e t , H T T P, F T P,
WWW Browser, NFS,
SMTP, SNMP
6Presentation LayerPada layer bertujuan untuk mendefinisikan format
data, Misalnya ASCII text, binary dan JPEG.
JPEG, ASCII, TIFF, GIF,
MPEG, MIDI
5Session LayerSesi layer mendefinisikan bagaimana memulai,
mengontrol dan mengakhiri suatu percakapan
(dengan kata lain dapat disebut session)
RPC, SQL, NFS, SCP
4Transport LayerPada layer 4 ini bisa dipilih apakah menggunakan
protokol yang mendukung error-recovery atau tidak.
Melakukan multiplexing terhadap data yang datang,
mengurutkan data yang datang apabila datangnya
tidak berurutan.
TCP, UDP, SPX
3Network LayerLayer ini mendefinisikan pengiriman data dari ujung
ke ujung. Untuk melakukan pengiriman pada layer ini
juga melakukan pengalamatan. Mendifinisikan
pengiriman jalur (routing).
IP, IPX, Appletalk DDP
2Data-Link LayerLayer ini mengatur pengiriman data dari interface yang
berbeda. Misalnya pengiriman data dari ethernet 802.3
menuju ke High-level Data Link Control (HDLC),
pengiriman data WAN.
IEEE 802.2/802.3, HDLC,
Frame relay, PPP, FDDI,
ATM
1Physical LayerLayer ini mengatur tentang bentuk interface yang
berbeda-beda dari sebuah media transmisi. Tentu saja
spesifikasi yang berbeda misal konektor, pin, penggunaan pin, arus listrik yang lewat, encoding, sumber cahaya dll
E I A / T I A – 2 3 2 , V 3 5 ,
EIA/TIA- 449, V.24,
RJ45, Ethernet, NRZI,
NRZ, B8ZS
Tujuh Layer Model Referensi OSI

Karakteristik Lapisan OSI

Dalam tujuh lapisan dari model referensi OSI bisa dibagi menjadi dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah. Lapisan bagian atas dari model referensi OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software (aplikasi). Lapisan tertinggi (lapisan aplikasi) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna (user). Keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi ini akan saling berinteraksi dalam proses software (aplikasi) yang berisi sebuah komponen komunikasi. Pada lapisan bagian atas seringkali digunakan untuk menunju ke beberapa lapisan atas dari lapisan-lapisan yang lain pada model referensi OSI.

Sedangkan pada lapisan bagian bawah dari model referensi OSI mengendalikan persoalan transport data. Selanjutnya Lapisan fisik dan lapisan data-link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan. Tabel berikut ini menampilkan pemisahan kedua lapisan tersebut pada lapisan-lapisan model OSI.

Lapisan AtasApplicationApplication
Presentation
Session
Lapisan BawahData TransportTransport
Network
Data-Link
Physical
Pemisahan Lapisan atas dan Lapisan bawah pada model OSI

Protokol

Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk melakukan proses komunikasi antar komputer, tetapi model ini bukan merupakan metoda komunikasi. Sebenarnya komunikasi ini bisa terjadi dikarenakan menggunakan sebuah protokol komunikasi. Sebagai informasi tambahan, sebuah protokol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana komputer untuk melakukan proses pertukaran informasi melewati sebuah media jaringan. Dengan kata lain, sebuah protokol mengimplementasikan salah satu atau lebih dari lapisan-lapisan OSI. Sebuah variasi yang luas dari adanya protokol komunikasi, tetapi semua terpelihara pada salah satu aliran group: protokol LAN, protokol WAN, protokol jaringan, dan protokol routing.

Pertama Protokol LAN beroperasi pada lapisan fisik dan data link dari model OSI dan mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam media LAN. Selanjutnya Protokol WAN beroperasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam WAN. Ketiga Protokol routing adalah protokol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Terakhir, protokol jaringan adalah berbagai protokol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protokol.

Konsep dan Kegunaan Layer pada Model Referensi OSI

Model Referensi OSI
Sumber: gunadarma.ac.id

Banyak kegunaan yang didapatkan dari pembagian fungsi menjadi yang lebih kecil atau yang disebut layer. Kegunaan yang pasti adalah mengurangi kompleksitas, sehingga dapat didefinisikan secara mendetail. Contoh kegunaan Layer pada Model referensi OSI antara lain:

  • Manusia dapat membahas dan mempelajari tentang protokol secara detil
  • Membuat perangkat menjadi bentuk modular, sehingga pengguna dapat menggunakan hanya modul yang dibutuhkan
  • Membuat lingkungan yang dapat saling terkoneksi
  • Mengurangi kompleksitas pada pemrograman sehingga memudahkan produksi
  • Tiap layer dapat diberikan pembuka dan penutup sesuai dengan layernya
  • Untuk berkomunikasi dapat dengan segera menggunakan layer dibawahnya.

Tujuh Layer pada Model Referensi OSI

Application Layer

Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalkan terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Sebagai contohnya, dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk melakukan penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan lain sebagainya.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah seperti di atas, yakni dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, sehingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar dapat saling bersesuaian. Sehingga untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Misalnya, saat editor menggerakkan cursor terminal virtual ke sudut kiri layar, software tersebut harus mengeluarkan urutan perintah yang sesuai untuk mencapai cursor tersebut. Dengan kata lain, Seluruh software terminal virtual berada pada application layer.

Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini. Tugas tersebut juga merupakan pekerjaan appication layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry, directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya.

Contoh Application Layer: Aplikasi word processing, aplikasi ini digunakan untuk pengolahan text sehingga program ini tidak berhubungan dengan OSI. Tetapi bila program tersebut ditambahkan fungsi jaringan misal pengiriman email, maka aplikasi layer baru berhubungan disini.

Contoh Application Layer pada Model Referensi OSI
Sumber: Buku Jaringan Komputer I, PENS – 2014

Presentation Layer

Pada layer ini bertugan untuk mengurusi format data yang dapat dipahami oleh berbagai macam media. Selain itu layer ini juga dapat mengkonversi format data, sehingga layer berikutnya dapat memafami format yang diperlukan untuk komunikasi.

Pressentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik
informasi yang dikirimkan.


Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua
buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.

Contoh format data yang didukung oleh layer presentasi antara lain : Text, Data, Graphic, Visual Image, Sound, Video. Bisa digambarkan seperti pada Gambar berikut ini.

Session Layer

Sesi layer mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri suatu percakapan (biasa disebut session). Contoh layer session : NFS, SQL, RPC, ASP, SCP

Mengkoordinasi berbagai aplikasi pada saat berinteraksi antar komputer
Mengkoordinasi berbagai aplikasi pada saat berinteraksi antar komputer

Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.

Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat.

Layanan session di atas disebut manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama. Untuk mengatur aktivitas ini, session layer menyediakan token-token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang token yang diijinkan melakukan operasi kritis.

Layanan session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin lainnya dengan kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang dapat terjadi. Setelah masing-masing transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu
diulangi lagi dari awal, dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.

Transport Layer

Pada layer 4 ini bisa dipilih apakah menggunakan protokol yang mendukung error-recovery atau tidak. Melakukan multiplexing terhadap data yang datang, mengurutkan data yang datang apabila datangnya tidak berurutan.

Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.

Pada layer ini juga komunikasi dari ujung ke ujung (end-to-end) diatur dengan beberapa cara, sehingga urusan data banyak dipengaruhi oleh layer 4 ini. Fungsi yang diberikan oleh layer transport yakni: Melakukan segmentasi pada layer atasnya, Melakukan koneksi end-to-end, Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lainnya dan Memastikan reliabilitas data.

Melakukan segmentasi pada layer atasnya

Dengan menggunakan OSI model, berbagai macam jenis aplikasi yang berbeda dapat dikirimkan pada jenis transport yang sama. Transport yang terkirim berupa segmen per segmen. Sehingga data dikirim berdasarkan first-come first served.

Segmentasi pada layer transport
Segmentasi pada layer transport

Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.

Melakukan koneksi end-to-end

Konsepnya, sebuah perangkat untuk melakukan komunikasi dengan perangkat lainnya, perangkat yang dituju harus menerima koneksi terlebih dahulu sebelum mengirimkan atau menerima data.

Proses yang dilakukan sebelum pengiriman data, seperti pada Gambar Berikut ini:

Proses pembentukan koneksi
Proses pembentukan koneksi
  • Pengirim (sender) mengirimkan sinyal Synchronize terlebih dulu ke tujuan
  • Penerima (receiver) mengirimkan balasan dengan sinyal Negotiate Connection
  • Penerima mengirimkan Synchronize ulang, apa benar pengirim akan mengirimkan
    data
  • Pengirim membalas dengan sinyal Acknowledge dimana artinya sudah siap untuk
    mengirimkan data
  • Connection establish
  • Kemudian segmen dikirim

Transport layer merupakan layer end to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada mesin sumber membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang dituju. Pada layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan mesin-mesin lain yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin sumber terluar atau mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah router. Perbedaan antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end.

Mengirimkan segmen dari 1 host ke host yang lainnya

Proses pengiriman yang terjadi pada layer transport berupa segmen, sedangkan pada layer bawahnya berupa paket dan pada layer 2 berupa frame dan dirubah menjadi pengiriman bit pada layer 1. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut ini.

Pengiriman segmen, paket, frame, dan bit
Pengiriman segmen, paket, frame, dan bit

Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan
transport lainnya. Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai.

Memastikan reliabilitas data

Pada waktu pengiriman data sedang berjalan, kepadatan jalur bisa terjadi (congestion). Alasan terjadinya congestion antara lain: komputer berkecepatan tinggi mengirimkan data lebih cepat dari pada jaringannya, apabila beberapa komputer mengirimkan data ke tujuan yang sama secara simultan.

Untuk mengatasi hal tersebut setiap perangkat dilengkapi dengan yang namanya kontrol aliran (flow control). Dimana apabila ada pengirim yang mengirimkan data terlalu banyak, maka dari pihak penerima akan mengirmkan pesan ke pengirim bahwa jangan mengirim data lagi, karena data yang sebelumnya sedang di proses. Dan apabila telah selesai diproses, si penerima akan mengirimkan pesan ke pengirim untuk melanjutkan pengiriman data. Ilustrasi flow control dapat dilihat pada Gambar berikut ini.

Flow Control
Flow Control

Dinamakan data yang reliabel artinya paket data datang sesuai dengan urutan pada saat dikirimkan. Protokol akan gagal apabila terjadi paket yang hilang, rusak, terjadi duplikasi, atau menerima paket data dengan urutan yang berbeda. Untuk memastikan data yang terkirim, si penerima harus mengirimkan acknowledge untuk setiap data yang diterima pada segmen.

Contoh: Pengirim mengirimkan data dengan format window segmen sebesar 1, maka penerima akan mengirimkan acknowledge no 2. Apabila pengirm mengirimkan data dengan format window segmen sebesar 3, maka penerima akan mengirimkan acknowledge no 4 apabila penerimaan data benar. Ilustrasi dapat dilihat di Gambar berikut ini.

Sistem Windowing
Sistem Windowing

Teknik konfirmasi data dengan acknowledge bekerja mengirimkan informasi data mana yang terjadi kesalahan. Contoh pada Gambar berikut ini, apabila data nomer 5 yang rusak maka si penerima akan memberikan acknowledge ke pengirim no 5, dan si pengirim akan mengirmkan ulang data segmen no 5.

Acknowledge
Acknowledge

Network Layer

Fungsi utama dari layer network adalah pengalamatan dan routing. Pengalamatan pada layer network merupakan pengalamatan secara logical, Contoh penggunaan alamat IP seperti pada Gambar berikut ini.

Pengalamat logic dan fisik
Pengalamat logic dan fisik

Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.

Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.

Karena operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya. seringkali terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer. Untuk membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah paket atau karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya. Accounting
menjadi lebih rumit, bilamana sebuah paket melintasi batas negara yang memiliki tarip yang berbeda.

Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin tidak dapat menerima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar. Protokolnyapun bisa berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network layer telah mendapat tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.

Layer Data Link

Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layer-lah untuk membuat dan mengenali batasbatas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila secara insidental pola-pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas-batas frame.

Terjadinya noise pada saluran dapat merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak data link layer pada mesin sumber dapat mengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi transmisi frame sama secara berulang-ulang bisa menimbulkan duplikasi frame. Frame duplikat perlu dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang dikembalikan ke pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi masalah-masalah yang disebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Data link layer menyediakan beberapa kelas layanan bagi network layer. Kelas layanan ini dapat dibedakan dalam hal kualitas dan harganya.

Fungsi yang diberikan pada layer data link antara lain :

  • Arbitration, pemilihan media fisik
  • Addressing, pengalamatan fisik
  • Error detection, menentukan apakah data telah berhasil terkirim
  • Identify Data Encapsulation, menentukan pola header pada suatu data

Arbitrasi

Penentuan waktu pengiriman data yang tepat apabila suatu media sudah terpakai, hal ini perlu melakukan suatu deteksi sinyal pembawa. Pada Ethernet menggunakan metode Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection (CSMA/CD).

CSMA/CD
CSMA/CD

Pada jaringan yang dapat melakukan akses secara bersamaan simultan. Maka bila Host A mengirimkan data ke Host D, maka Host B dan C akan melakukan deteksi jalur, dan apabila jalur sedang dipakai maka Host B dan C akan menunggu terlebih dahulu. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision. Ilustrasi seperti pada Gambar berikut ini.

Collision
Collision

Addressing

Pengalamatan yang dilakukan pada layer data link bersifat fisik, yaitu menggunakan Media Access Control (MAC). MAC ditanamkan pada interface suatu perangkat jaringan. MAC berukuran 48bit dengan format 12 heksadesimal.

Error Detection

Teknik yang digunakan adalah Frame Check Sequence (FCS) dan Cyclic Redundancy Check (CRC).

Identify Data Encapsulation

Mengidentifikasikan format data yang lewat apakah termasuk ehternet, token ring, framerelay dan sebagainya.

Protokol Data LinkBagian (Field)HeaderUkuran
802.3 Ethernet
802.5 Token Ring
DSAPHeader 802.21 byte
802.3 Ethernet
802.5 Token Ring
SSAPHeader 802.21 byte
802.3 Ethernet
802.5 Token Ring
Protocol TypeHeader SNAP2 byte
Ethernet (DIX)EthertypeHeader Ethernet2 byte
HDLCCisco proprietaryExtra Cisco Header2 byte
Frame Relay RFC 2427NLPIDRFC14901 byte
Frame Relay RFC 2427L2 / L3 protocol IDQ.9332 byte / ID
Frame Relay RFC 2427SNAP Protocol TypeHeader SNAP2 byte
Tipe Protokol Encoding

Physical Layer

Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0? Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum
masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.

Transmisi Data Pada Model Referensi OSI

Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima. Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.

Pressentation layer dapat membentuk data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di ujung depannya, yang diberikan oleh session layer. Penting untuk diingat bahwa presentation layer tidak menyadari tentang bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang merupakan
data pengguna yang sebenarnya.

Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

Contoh tentang bagaimana model OSI digunakan
Contoh tentang bagaimana model referensi OSI digunakan

Yang menjadi kunci di sini adalah bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk vertikal, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.

Model referensi OSI dan TCP/IP

Apabila dibandingkan antara model referensi OSI dan model TCP/IP dapat digambarkan pada Gambar berikut ini.

Perbandingan model OSI dan TCP/IP
Perbandingan model OSI dan TCP/IP

Referensi

Gunadarma University. 2007. Komunikasi Data – Bab 7. Model Referensi OSI.
http://supriyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/29980/Lecture-KD+07+Model+Referensi+OSI.pdf

Sukaridhoto, S. 2014. Buku Jaringan Komputer I. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Baca Juga: Sekilas Materi Tentang Jaringan Komputer

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!